Oleh: AruM | 11 Oktober 2010

Seni Menikmati Hidup

Saat saat yang bikin saya malas adalah saat menjelang meninggalkan kota kecil tercintaku Purworejo. Harus kembali ke rutinitas. The real world. Ya aktifitas monoton yang membosankan. Saat diatas kereta sharing ma temen. “hiks males banget mo balik tangerang” sms kukirim. Tak langsung dapat balasan. Sangat bête saat butuh temen sebagai pelipur lara tak kudapatka.

HPku bergetar. SMS balasan kuterima “haha, emang knp?… jangan gitu sist, coba bayangkan kalo lontanglantung di rumah” Astaghfirullah… iya juga ya… Kebetulan teman saya ini emang belum bekerja, dengan title sarjana. Ampuni dosaku ya Allah.. Ku jawab sms nya “ya malas aja, tiap hari  cuma menunggu bergulirnya waktu. Siang nunggu malam, malam nunggu siang, baru tanggal 10 udah pengen gati bulan. Emang ga kbayang kalau dirumah tanpa kegiatan” semoga smsku tidak menyinggung perasaannya karena dia belum punya pekerjaan yang memberinya penghasilan. SMSku kembali dijawab “itu keluhan sebagian besar pekerja.yang dibutuhkan hanya seni menikmati hidup”

Samapi siang tadi dikantor saya masih kepikiran bagaimanakah seni menikmati hidup itu. Kebetulan sore sore tadi ada temen yang menceritakan temannya. Biasa topic yang seru dikalangan kaum Adam adalah masalah  Polygami. Sebut saja namanya Mamat.

Ya si Mamat ini kalau sudah ngomongin polygami akan sangat bersemangat. Dari cerita temen Si Mamat pengen punya istri 4, sunah Rosul katanya.  Trus dia pengen bikin rumah 4 lantai. Lantai I untuk istri pertama, lantai 2 untuk istri ke-2, lantai 3 untuk istri ke-3 dan lantai 4 pasti untuk istri ke-4. Dia akan membuat 3 kamar untuk masing masing lantai. Satu kamar utama untuk dia dan istrinya ditiap lantai, dan dua kamar untuk anaknya. Mamat pengen punya 4 anak dari masing masing istrinya. Jadi 2 kamar itu kalau anaknya cowok cewek maka pisah kamar.Tidak hanya bangunan utama, dia juga ingin membangun resort di tanah sekitar rumahnya, dengan anak anaknya sebagai pelayan, jadi lebih ekonomis.  

Mendengar cerita tentang si Mamat saya jadi kepikiran lagi dengan Seni Menikmati Hidup. Ya pemikiran seperti si Mamat bisa dikategorikan sebagai seni menikmati hidup. Ya jadi kita melupakan apa yang terjadi saat ini dengan berharap esok hari akan sesuai dengan keinginan.

Bagaimakah seni menikmati hidup anda?

 


Responses

  1. semoga besok hari sabtu supaya bisa tidur sepanjang hari😀

    • sayang baru hari selasa….

  2. Berpoligami tidak akan dpt menyelesaikan masalah. mungkin akan menambah masalah tu. cari cara lain untuk menikmati hidup

    • lha itu khayalan temenku… Aku sih jangan sampai bertemu dengan orang spt itu dalam episode hidupku… Na’udzubillahimindzalik…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: