Oleh: AruM | 14 Agustus 2010

NDARUS

Siang langit masih mendung, padahal hujan udah selesai turun. Ah udara berasa ga enak. Bikin panas,lengket. Padahal berharap dengan turun hujan udara jadi sejuk. Tapi meski demikian tetep harus dingin jaiwa n pikiran. Ya Adzan dhuhur berkumandang. Segera ku beranjak dari depan layar monitor ambil air wudhu, meskipun sebenernya engga, karena ada temen yang lagi ngajak chat. Ah tidak chat bisa kapan aja, tapi sholat tepat waktunya kalo tidak dipaksakan akan jadi kebiasaan telat.

Usai sholat kuambil mushaf. Melanjutka tilawah. Mengejar target,berharap ridho Illahirabb. Meskipun beberapa lembar membuat hati tenang. Adem. Penyeimbang panasnya udara. Hati dan pikiran tenang bikin nyaman. Meskipun kuakui ritual ini jarang banget kulakukan di saat selain bulan ramadhan, paling tidak dibulan ramdhan tak boleh menyia nyaikan kesempatan.

Saat tilawah kudengar pintu rumah dibuka. Sambil memperhatikan gerak gerik mencoba menebak siapa yang datang. Karena dia Cuma buka pintu sekali brarti bukan penghuni rumah ini. Ya tepat dia ibu tukang cuci. Jadi inget belum memberikan hak beliau.

Setelah mata agak berasa cape, kuhentikan tilawahku. Kuambil dompet buat ambil uang gaji bu mun. Kukeluar. Kusapa dia. Sedikit ngobrol dengannya,karena kami jarang ketemu. Ketemu kalo hari sabtu aq ndak ada acara. Kuserahkan gajinya, trus aku melangkah hendak balik ke kamar.

Tiba tida terdengar lagi suaranya. Denger orang ngaji jadi inget suasana dikampung mba, dulu sering “ndarus” (tilawah) kalau habis sholat subuh dan magrib. Aq lagi gak punya semangat buat basa basi ngobrol jadi hanya melempar senyum, terus balik ke ruang “pribadi”.

Kesempatan yang aku sia siakan. Harusnya itu adalah ladang dakwah. Harunya dengan santun kujawab ‘lho emang sekarang dah ngga ndarus lagi bu? Dan blab la bla, pokoknya harusnya aku mengingatkan dia untuk tetep ndarus.

Aq hanya berdoa semoga ibu nyampai rumah bisa langsung ndarus. Mengingat masa masa dikampung bu. Dan itu bisa ibu lakukan sampai kapanpun. Ndarus harus jadi kebiasaan sampai kapanpun ya bu.

Semoga kebiasaanku ndarus bisa kupertahankan setelah ramadhan berlalu. Ya Allah jadikan saya orang yang istiqomah dijalan-Mu…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: