Oleh: AruM | 4 Agustus 2010

Harapan itu Pasti Selalu Ada….

Salma sering melamun sendiri. Saat teringat umurnya yang sudah seperempat abad lebih. Dia teringa kata2 temennya yang katanya umurnya sudah hamper expired. Emangnya makana n ada expired segala.  Tidak diingatkan pun sebenarnya sudah sangat menjadi beban bagi Salma, perempuan yang cukup umur, pekerjaan da hidup sudah mapan.

Ya jalan hidupnya yang tidak gampang telah mengantarnya menjadi perempuan yang punya pekerjaan yang lumayan berpenghasilan tinggi. Dia punya kedudukanyang lumayan bagus di perusahaan tempatnya bekerja. Penghasilannya lebih dari cukup untuk membiayai hidupnya sendiri. Dari hasil kerjanya dia bisa membantu orang tuanya membiayai saudar saudaranya sekolah dan kuliah, meskipun dia harus hidup prihatin di ibu kota. Ya asalkan dia bisa membantu orang tuanya dia sudah senang, tidak peduli dengan kata orang yang bilang masa lajang penghasilan banyak kok penampilannya biasa aja. Jangan pelit pelit sama diri sendiri pesan salah seorang temennya. Ya Salma emang pelit buat penampilan dirinya, tapi dia tidak pelit terhadap keluarganya.  Salma ingin adik adiknya bisa mandiri semua , setelah itu dia bisa bebas menikmati hasil jerih paahnya untuk dirinya sendiri.

Sebenarnya Salma tidaklah ingin menunda untuk berumah tangga. Bukan karena alas an ingin membahagiakan keluarga terlebih dahulu, tapi Kuasa Alloh belum mempertemukannya dengan calon pendamping hidupnya. Pernah suatu ketika dia menjalin hubungan dengan seorang lelaki, tapi kandas ditengah jalan. Salma sudah berharap besar pada lelaki itu, tapi takdir berkata lain, karena jarak yang jauh memisahkan mereka akhirnya jalinan kasih mereka kandas ditengah jalan.

Dari kisah cintanya yang pertama Salma agak menjaga jarak dengan yang namanya makhluk lelaki. Dia tidak mau sakit untuk kedua kalinya. Ya untuk menghibur hatinya yang hampa dia menybukkan dii dalam pekerjaannya, dia mengejar impian impiannya dalam karir. Karirnya makin menajak naik. Dia mendapatkan posisi yang lumayan penting dalam perusahaannya. Dalam posisinya mengharuskan menjalin komunikasi dengan pimpinan anak cabang perusahaannya.

Dari komunikasinya dengan pimpinan anak cabang perusahaan terjalin keakraban dengan Fadli salah satu pimpinan anak cabang yang ada dikota kecil. Komunikasi mereka tidak sebatas membicarakan masalah pekerjaan tapi juga disisipi cerita lain. Dan dari situ muncul rasa kagum dari Salma pada Fadli. Tapi sayang saat itu Fadli sudah punya kekasih. Hati Salma merasa kecewa. Tapi dia berusaha tegar dan berusaha bersikap biasa saja kepada Fadli. Dia menjaga profesionalitasnya dalam bekerja.

Saat itu Fadli mendapatkan beasiswa S2 dari perusahaannya. Dia meninggalkan pekerjaannya selama dua tahun. Intensitas hubungan merekapun jadi berkurang. Salma sibuk dengan pekerjaannya , Fadli sibuk dengan studynya. Hanya kadang komunikasi mereka masih berjalan. Sekedar say hello dan saling taya kabar.

Tak terasa dua tahun berlalu. Fadli telah menyelesaikan Studynya. Dia kembali bekerja untuk perusahaan. Namun kini ada yang berbeda. Fadli ditempatkan mengisi kekosongan pimpinan anak cabang yang sekota dengan Salma. Karena sudah lama tidak bertemu ,suatu saat Salma dan Fadli janjian untuk bertemu makan siang. Mereka tetap bisa mengobrol dengan akrab. Salma menceritakan perkembangan perusahaan, Fadli menceritakan hidupnya selama kuliah. Dari percakapan siang itu Fadli juga cerita kalau kekasihnya minta putus saat Fadli harus kuliah di negeri seberang. Ada rasa kasihan dihati Salma, tetapi ada juga rasa senang karena dia kembali punya harapan untuknya…

Meskipun sampai saat ini masih tetap menjadi harapan yang tersimpa rapi dihati Salma, Salma merasa senang karena masih ada harapan. Semoga fadli segera menyadari harapan Salma. Harapan agar fadli segera melupakan mantan kekasihnya dan memberikan kesempatan untuk Salma menggantikan mantan kekasihnya.

*Harapan itu pasti selalu ada Salma… Janga menyerah, serahkan semuanya pada Alloh. Semua akan indah pada waktunya nanti. Semoga kamu selalu bisa menjaga hati, jaga diri baik baik… gud luck Honey….*


Responses

  1. hmm.. sounds familiar..🙂

    good luck,salma

    • cerita ini hanyalah fiktif belaka. Apabila terdapat kemiripan nama, tempat, kejadian, itu hanya unsur ketidaksengajaan. ^_^


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: