Oleh: AruM | 31 Juli 2010

Dieng Vacation

Ndak tau kenapa begitu dapet tawaran jalan-jalan ke dieng sya merasa tertarik. Mungkin karena Dieng menyimpan sebuah kenangan tersendiri beberapa tahun silam (10 Tahun lebih). Ya kenangan jalan-jalan bersama almarhum ayah saya tercinta. Waktu itu ayah adalah sosk yang dihormati di lingkungan. Saat karangtaruna RW saya jalan-jalan ayah diajak ikut serta mangawal. Saya yang masih SD sekitar kelas 5 kalo ndak salah inget merengek ikut ayah.

Waktu itu saya baru aja selesai menjalani masa penyembuhan thypus. Selama 3 bulan ndak melakukan aktifitas berat, olhraga disekolah juga idak ikut. Makan juga harus hati-hati. Ndak boleh makan sembarangan. Jadi begitu dinyatakan sembuh total saya pengen dapet hadiah, boleh jalan-jalan ikut ayah. Ayah tersayang mengabulkan permintaan saya. Saya yang masih kecilikut jalan2 sama teman-temannya kakak .  Dan itu termasuk jalan2 yang tak saya lupakan bersama almarhum ayah.

Dan kemaren begitu dapat tawaran jalan2 ke Dieng saya antusias. Pertama temen kantor yanga ngajak. Saya bilang piker-pikir dulu. Selang seminggu kemudian temen satu SMA ngajak juga. Ya sudah ayuk jalan bareng2 biar rame dan seru.

Berangkat tgl  24 juli 2010. Kami berangakat dari Pasar Butuh Purworejo pukul 08.30WIB. Rute yang kami pilih adalah rute melalui Waduk Wadas Lintang. Mskipun tidak mampir waduknya lumayan jadi tau Waduk yang selama ini berjasa mengairi sawah ayah waktu kemarau. Kami menyusuri jalan yang berliku – liku dengan motor.

Pemandangan yang jarang bias kami nikmati dikota besar sperti Jakarta, Bandung maupun Tangerang. Jalan berkelok-kelok, pohon-pohon besar di pinggir jalan, kendaraan bermotor yang jarang. Saya yang dah bawa masker buat tutup hidung tidak jadi saya pakai, karena saying melewatkan udara yang segar.

Motor terus kami pacu dengan kecepatan tidak terlalu tinggi karena jalan pegunungan rawan bahaya. Kami masuk ke kota wonosobonya. Lumayan maacet. Ada pengalihan jalur di pusat kota. Padat merayap. Ternyata hari itu puncak perayaan hari jadi kota Wonosobo.

Setelah melewat pusat kota kami masuk jalan raya dieng. Waaa subhanalloh hawa pegunungan mulai terasa. Sejuk segar. Jalan kembali berliku. Saping kanan kiri kebun. Ya Wonosob banyak kebun kentang, kol, sawi ataupun kacang Dieng alias kacang koro. Udara semakin dingin semakin terasa hawa pegunungannya. Ya tak selang waktu lama kami dah nyampai di Dieng Plateu atau kawasan wisata Dieng.

Menurut perhitungan kurang dari 3 jam sudah sampai di kawasan telaga warna. Pukul 11.30 kurang kami dah sampai. Kami langsung ke Telaga Warna. Telaga yang warna airnya beberapa  macam. Hijau muda, hijau tua kebiruan, putih. Airnya dari 13 tahun yang lalu tetap. Tidak berubah warna. Berarti keasliannya masih terjaga.

lupa tidak mengambil gambar kawahnya aja... Maaf kalau modelnya kurang berkenan..

Masih di kawasan Telaga Warna ada juga Telaga Pengilon. Kalo Telaga Pengilon warnanya putih biasa seperti danau2 air tawar biasa. Kmudian agak jalan keatas ada goa. Goa Semar, Goa Jaran, Goa Sumur. Menurut catatan yang saya lihat di mulut goa , Goa Semar adalah Goa tempat Dewi (maaf saya lupa nama dewi tersebut) yg bersemayam di Dieng bertapa, Kalau Goa Sumur bias dong ditebak , adalah goa untuk mandi sang Dewi . Dan saya tidak ke Goa Jaran. Selain tidak melihat arahnya juga agak kecewa. Karena waktu 13 tahun yang lalu pengunjung diperbolehkan masuk ke goa, tapi sekarang goa goa terseut sudah dibuatkan pagar dan dikunci. Jadi pengunjung tidak bias melihat dalamnya.

Setelah dirasa cukup kami keluar. Karena waktu dhuhur dah tiba kami sholat duhur kemudian makan sekalian istirahat. Setelah itu kami lanjutkan perjalanan. Mencari jalan ke kawah dan candi. Kami sempet nyasar beberapa kali. Sebernya jaraknya tidak terlalu jauh. Karena kami bingung menterjemahkan Plang penunjuk jalan makanya hasilnya kami nyasar sampai lumayan jauh.

Setelah bertanya beberapa kali pada penduduk setempat kami bias juga menemukan jalan kebenaran _lebay.com_. Baru nyampai di tempat parkir sudah tercium bau belerang yang khas. Banya seperti bau gas yg dibuang orang. Tapi berdasar pengalaman saya waktu istirahat sempat beli kopi bubuk. Kopi lumayan berhasil menawarkan bau belerang yang ikin eneg. Meskipn ada tulisan awas bahaya, jangan mendekat ke bibir kawah, kami nekat mendekat. Dan ternyata kawah itu bagai air danau yang mendidih. Andai saja ada orang yang masuk kedalam kawah itu dijamin dalam 10 menit menjadi manusia rebus.

Dari jauh, yang dari deket banyak pengunjungnya... dan model kurang sip😀

Dari kawah kami

Candi arjuna

lanjutkan perjalanan ke candi. Di luar kawasan kawah ada candi Bima. Kami tidak mendekat ke candi tersebut. Yang kami tuju candi arjuna. Dikawasan candi Arjuna ada Candi setiyaki dansatu lagi yang saya lupa. Tapi nama candi itu adalah nama tokoh pewayangan, Kami juga tidak lama di area candi. Waktu itu memang baru pukul 14 an, tapi gerimis mulai turun dank abut mulai terlihat menyelimuti Dieng. Kami putuskan untuk segera balik turun ke Wonosobo sebelum hujan turun dan kabut makin tebal.

Kebun Teh Tambi

Sebelum balik kami sempatkan melihat Kebun Teh Tambi. Tapi sayang untuk agrowisatanya baru bisa masuk minimal 20 orang pengunjung. Akhirnya kami hanya berputar saja, kemudian melnjutkan perjalanan pulang. Kami istirahat sholat ashar di masjid agung kota Wonosobo. Di pinggir alun alun. Seusai sholat kmi keliling alun2 sejenak melihat keramain kota Wonosobo yang malam itu mau ada konser Ridho Roma. Keliling mencari makanan khas Wonosobo. Temen kepingin nyoba Mie ongkolk khas Wonosobo, tapi saying, yang keliatan kurang menggoda selera, ga jadi nyoba. Malah kami makan di kafe ala kota kecil yang tidak memuaskan tapi cukup mengganjal perut yang lapar.

Setengah 9 malam saya baru sampai dirumah. Yah cape memang. Apalgi mbonceng motor sambil tangan megang 6 botol Carica. Berasa pegelnya. Oh iya carica adalah buah khas dari Dieng. Pohon dan buahnya persis dengan pohn Pepaya, tapi mereka daun dan buahnya kerdil. Saya bilang sih itu Pepaya kena kutuk….

Dieng dulu dan Dieng sekarang tidak berbeda, dingin, sejuk, indah… Sangat pas buat liburan refreshing mencari udara segar….

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: